Tadi pagi waktu baca koran “Jawa Pos” ada berita soal insiden di perairan Sumatera Utara yang berbatasan dengan malaysia. Kapal patroli Polisi Polda Sumut menangkap 6 kapal nelayan berbendera Malaysia di perairan wilayah indonesia sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Setelah diberhentikan dan ditanyakan ijin penangkapan ikan ternyata keenam kapal tersebut tidak memiliki ijin penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. Kemudian keenam kapal tersebut digiring ke arah pelabuhan guna penyelidikan selanjutnya. Dalam perjalanan menuju pelabuhan kapal patroli Indonesia beserta kapal nelayan Malaysia bertemu dengan kapal patroli Angkatan Laut Diraja Malaysia yang sedang berpatroli.
Kapal AL Malaysia beserta helikopter tersebut kemudian melakukan manuver untuk menghentikan kapal patroli Polda Sumut. Bila dilihat dari sudut pandang kemiliteran manuver yang dilakukan oleh kapal patroli AL Malaysia tersebut dapat dikategorikan sebagai sebuah manuver untuk melakukan penyerangan. Oleh karena itu, menilai kemampuan personil dan alat yang ada tidak memadai maka komandan kapal patroli polda Sumut menghentikan kapal patrolinya beserta rombongan kapal nelayan yang ditangkapnya. Kemudian Komandan Kapal Patroli Polda Sumut dipaksa menuju ke kapal AL Malaysia dan terjadi negosiasi dengan hasil pelepasan seluruh kapal nelayan Malaysia yang ditangkap oleh Kapal Patroli Polda Sumut.
Menilik berita yang ada di koran tersebut, aku berpikir sudah sedemikian terpuruk ternyata bangsa kita dalam hubungan dengan Negara-negara tetangga kita. Kita sebagai bangsa sudah tidak punya harga diri rasanya. Sudah dua kali insiden yang terjadi di perairan kita yang diketahui publik, mungkin saja ada lagi insiden-insiden yang kita tidak tahu. Apabila benar terjadi insiden seperti yang disebutkan oleh Jawa Pos, kita patut bertanya mau dibawa kemana bangsa dan negara ini kedepannya.