Ada Apa dengan Indonesia dan Malaysia
Tadi pagi waktu baca koran “Jawa Pos” ada berita soal insiden di perairan Sumatera Utara yang berbatasan dengan malaysia. Kapal patroli Polisi Polda Sumut menangkap 6 kapal nelayan berbendera Malaysia di perairan wilayah indonesia sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Setelah diberhentikan dan ditanyakan ijin penangkapan ikan ternyata keenam kapal tersebut tidak memiliki ijin penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. Kemudian keenam kapal tersebut digiring ke arah pelabuhan guna penyelidikan selanjutnya. Dalam perjalanan menuju pelabuhan kapal patroli Indonesia beserta kapal nelayan Malaysia bertemu dengan kapal patroli Angkatan Laut Diraja Malaysia yang sedang berpatroli.
Kapal AL Malaysia beserta helikopter tersebut kemudian melakukan manuver untuk menghentikan kapal patroli Polda Sumut. Bila dilihat dari sudut pandang kemiliteran manuver yang dilakukan oleh kapal patroli AL Malaysia tersebut dapat dikategorikan sebagai sebuah manuver untuk melakukan penyerangan. Oleh karena itu, menilai kemampuan personil dan alat yang ada tidak memadai maka komandan kapal patroli polda Sumut menghentikan kapal patrolinya beserta rombongan kapal nelayan yang ditangkapnya. Kemudian Komandan Kapal Patroli Polda Sumut dipaksa menuju ke kapal AL Malaysia dan terjadi negosiasi dengan hasil pelepasan seluruh kapal nelayan Malaysia yang ditangkap oleh Kapal Patroli Polda Sumut.
Menilik berita yang ada di koran tersebut, aku berpikir sudah sedemikian terpuruk ternyata bangsa kita dalam hubungan dengan Negara-negara tetangga kita. Kita sebagai bangsa sudah tidak punya harga diri rasanya. Sudah dua kali insiden yang terjadi di perairan kita yang diketahui publik, mungkin saja ada lagi insiden-insiden yang kita tidak tahu. Apabila benar terjadi insiden seperti yang disebutkan oleh Jawa Pos, kita patut bertanya mau dibawa kemana bangsa dan negara ini kedepannya.



ah lagi-lagi Malaysia berulah, no comment deh
Comment by dudi — 30 July 2005 @ 4:12 am
Gasak lg setuju gak?
Comment by beton — 30 July 2005 @ 7:00 pm
#2 hehehehe boleh juga idenya. tapi nunggu perkembangan aja dulu (sambil diam-diam nggasak…)
Comment by haryadi — 2 August 2005 @ 7:08 am
ini apaan-apaan si? kok maen gasak-gasak ajah… ntar ditangkep sama kerajaan males’siah pake logat sunda
Comment by dudi — 4 August 2005 @ 2:49 am
testcomment719
Comment by testanchor796 — 15 October 2005 @ 11:41 pm
wuaduuh.. malaysia ini da2 aza..plis deh ah…
Comment by doel — 16 April 2007 @ 7:50 am
timpuk aja pake tai kebo,jangan pake bom nuklir selain harganya mahal kita ngak punya,kalo tai kebo khan buaanyak….
dan kalau masalah perang kita harus pikir panjang dulu,perang itu bukan penyelesaian semua masalah nambah masalah dah pasti
yang harus dilakukan pemerintah mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari negara-negara sahabat agar mereka respek dengan negara kita,jangan sampai nanti seperti sipadan n ligitan hilang karena mahkamah internasional mendukung malingsia
apa salahnya kalau kita mencari dukungan sebelum terlambat,kalau perlu kita minta dukungan amerika mumpung yg jadi presidennya pernah tinggal di indonesia
zaman sekarang kita harus lebih mengunakan otak daripada otot dan omdo doang,ngak usah munafik kita sebenernya lemah dalam segi persenjataan,ekonomi,karena krisis yg ngak pernah mau minggat dari negara ini(gua juga heran sich kenapa nih krisis kok betah banget tinggal di indonesia)
stttt jangan disebar yaaa,kalo bisa nich, kita adu domba aja tuh negara adidaya sama malingsia,ntar biar kita tontonin sambil makan snak n ketawa-ketiwi,waduh jadi jahat nich,tapi jahat untuk keutuhan wilayah dan negara kita kayanya diizinkan dech….uee..eheheheheh
Comment by ligaTOP — 1 June 2009 @ 5:20 pm